Pembahasan Fisika No. 21 - 25 TKD Saintek SBMPTN 2015 Kode Naskah 502



Pembahasan soal Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2015 kode naskah 502 subtes Fisika nomor 21 sampai dengan nomor 25 tentang:

  • teori kinetik gas, 

  • termodinamika, 

  • gelombang bunyi, 

  • gelombang cahaya, dan 

  • alat optik.




Soal No. 21 tentang Teori Kinetik Gas



Sebuah balon yang awalnya berisi gas 1 liter ditambahkan gas yang sama sehingga volume balon menjadi 1,2 liter dan massa gas di dalam balon menjadi satu setengah kalinya. Jika suhu gas tetap maka rasio pertambahan tekanan terhadap tekanan awalnya adalah ….

A.   0,25
B.   0,33
C.   0,50
D.   0,67
E.   0,75









Pembahasan


Data yang diketahui pada soal: 

V1 = 1 liter 
V2 = 1,2 liter 
m2 = 1,5 m1

Persamaan umum gas ideal adalah: 

PV = nRT
      = (m/Mr) RT

Karena terjadi pada suhu tetap dan jenis gas yang digunakan sama (Mr sama) maka berlaku hubungan kesetaraan:


Persamaan gas ideal pada suhu tetap dengan jenis gas yang sama


Rasio pertambahan tekanan terhadap tekanan awalnya adalah:

Rasio pertambahan tekanan terhadap tekanan awal


Jadi, perbandingan pertambahan tekanan terhadap tekanan awalnya adalah 0,25 (A).


Soal No. 22 tentang Termodinamika



Untuk menaikkan suhu n mol gas ideal secara isokhorik sebesar ∆T diperlukan kalor sebesar 20nR joule dengan R = 8,31 adalah nominal konstanta umum gas ideal. Jika gas tersebut dipanaskan pada tekanan tetap dengan pertambahan suhu sebesar ∆T maka kalor yang diperlukan adalah 30nR joule. Jika suhu gas setelah dipanaskan adalah 310 K maka suhu awalnya adalah … K.

A.   260
B.   270
C.   280
D.   290
E.   300




Pembahasan


Data pada yang diketahui pada soal:

Kalor isokhorik : Qv = 20nR
Kalor isobarik   : Qp = 30nR
Suhu akhir         : T2 = 310 K

Persamaan umum hukum I Termodinamika adalah: 

Q = W + ∆U
 
Pada peristiwa isokhorik (volume tetap) tidak ada usaha luar yang dihasilkan (W = 0) sehingga perumusan hukum I Termodinamika menjadi:

     Q = W + ∆U
    Qv = 0 + U
20nR = ∆U
 
Pada peristiwa isobarik (tekanan tetap) usaha luar yang dihasilkan adalah: 

W = P.∆V

    = nRT
 
Sehingga perumusan hukum I Termodinamika pada peristiwa isobarik adalah:

     Q = W + ∆U
    Qp = nRT + ∆U
30nR = nRT + 20nR
10nR = nRT
    ∆T = 10

  T2T1 = 10
310 − T1 = 10
           T1 = 310 − 10
                = 300

Jadi, suhu awal gas ideal tersebut adalah 300 K (E).


Soal No. 23 tentang Gelombang Bunyi



Seorang pembawa acara talk show menghirup helium untuk mengubah suaranya. Setelah menghirup helium, nada suaranya naik. Hal tersebut dikarenakan ….

  1. amplitudo meningkat

  2. panjang gelombang tetap

  3. frekuensi menurun

  4. kecepatan meningkat










Pembahasan


Nada berhubungan erat dengan frekuensi. Nada naik berarti frekuensi tinggi. Berarti pernyataan 3 salah (jika pernyataan 3 salah, otomatis pernyataan 1 juga salah).

Medium helium lebih renggang daripada medium oksigen sehingga kecepatan suara yang melalui medium helium lebih cepat. [pernyataan 4 benar)].

Berdasarkan rumus: 

v = f λ

karena kecepatan (v) dan frekuensi (f) berubah (bertindak sebagai variabel) maka panjang gelombang (λ) harus bertindak sebagai konstanta. Dengan demikian, panjang gelombang suara yang melalui medium helium besarnya tetap. [pernyataan 2 benar]

Jadi, pernyataan 2 dan 4 benar sehingga jawabannya adalah (C).


Soal No. 24 tentang Gelombang Cahaya



Jika panjang gelombang cahaya yang digunakan pada percobaan Young digandakan maka jarak antarpola terang yang berturutan menjadi setengah kalinya.


SEBAB


Interferensi maksimum pada percobaan Young terjadi jika beda panjang lintasan gelombang cahaya merupakan kelipatan bulat panjang gelombangnya.



Pembahasan


Persamaan umum yang berlaku untuk interferensi celah ganda (percobaan Young) adalah:

Rumus Interferensi pada celah ganda (percobaan Young)


Hubungan jarak antarpola (p) dan panjang gelombang cahaya (λ) adalah sebanding atau berbanding lurus. Artinya, jika panjang gelombang cahaya diperbesar dua kali (digandakan) maka jarak antarpola juga ikut naik dua kali. [pernyataan salah]

Interferensi maksimum terjadi jika harga m merupakan bilangan bulat (m = 1, 2, 3, ...) sedangkan  interferensi minimum terjadi ketika harga m merupakan kelipatan 1/2 (m = 1/2, 3/2, 5/2, ...). [alasan benar]

Jadi, pernyataan pada soal tersebut salah sedangkan alasannya benar sehingga jawabannya adalah (D).


Soal No. 25 tentang Alat Optik



Sebuah lensa tebal memiliki permukaan bikonveks dengan jari-jari kelengkungan masing-masing 30 cm dan 50 cm. Jika indeks bias lensa 1,5 maka jarak fokus lensa ketika berada di udara adalah … cm.

A.   100
B.   120
C.   130
D.   150
E.   160






Pembahasan


Jarak fokus lensa bikonveks (cembung-cembung) yang terletak di udara memenuhi rumus:

Jarak fokus lensa bikonveks yang terketak di udara


dengan: 

n   : indeks bias lensa = 1,5 
R1 : jari-jari kelengkungan permukaan lensa depan = +30 cm 
R2 : jari-jari kelengkungan permukaan lensa belakang = −50 cm

Mengapa R2 bernilai negatif padahal lensa cembung. Dilihat dari arah datangnya sinar, permukaan lensa belakang merupakan lensa cekung sehingga berharga negatif. Perhatikan gambar berikut ini!


Jari-jari kelengkungan lensa bikonveks


Dengan demikian, jarak fokus lensa bikonveks di udara adalah:

Penghitungan jarak fokus lensa bikonveks di udara


Jadi, jarak fokus lensa ketika berada di udara adalah 150 cm (D).

Simak Pembahasan Soal TKD Saintek SBMPTN 2015 selengkapnya.



Dapatkan pembahasan soal dalam file pdf  di sini.

Demikian, berbagi pengetahuan bersama Kak Ajaz. Silakan bertanya di kolom komentar apabila ada pembahasan yang kurang jelas. Semoga berkah.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url