Mekanisme Evolusi [Soal UN dan Pembahasan]




Eksperimen terhadap lalat buah yang dipengaruhi sinar X, Mekanisme Evolusi [Soal UN dan Pembahasan]


Pembahasan soal Biologi Ujian Nasional (UN) SMA-IPA dengan materi pembahasan Mekanisme Evolusi meliputi terbentuknya spesies baru, hukum Hardly Weinberg, dan perubahan perbandingan frekuensi gen pada populasi.


Soal No. 1



Usaha manusia menjadikan hewan ternak untuk dari hewan liar dan tanaman budidaya dari tanaman liar telah banyak dilakukan. Tindakan ini dapat berakibat timbulnya hewan atau tumbuhan yang menyimpang dari aslinya yang mengarah pada terbentuknya spesies baru. Perubahan tersebut disebut ….





A.rekombinasi
B.aplikasi
C.domestikasi
D.autopoliploid
E.allopoliploid


UN 2018










Pembahasan


Keterangan untuk opsi jawaban di atas adalah sebagai berikut:

  • rekombinasi, penggabungan gen jantan dan betina yang menyebabkan perubahan pasangan gen yang berbeda dari induknya

  • domestikasi adalah budidaya hewan atau tumbuhan liar sehingga mengalami perubahan genetik yang mengarah timbulnya species baru

  • autopoliploid, penggandaan jumlah kromosom dari spesies yang sama

  • allopoliploid, penggandaan jumlah kromosom dari spesies yang berbeda (melalui persilangan)


Jadi, perubahan hewan atau tumbuhan di atas disebut domestikasi (C).


Soal No. 2



Salah satu penyebab tidak terbentuknya spesies baru yang disebabkan oleh masa kawin atau kematangan gamet yang berbeda, contohnya pada lalat buah, dapat terjadi karena adanya isolasi ….





A.ekologi
B.musim
C.perilaku
D.mekanik
E.geografi


UN 2017





Pembahasan


Penyebab tidak terbentuknya spesies baru di antaranya karena isolasi reproduksi. Macam-macam isolasi reproduksi adalah sebagai berikut:

  • isolasi temporal/musim, perbedaan masa kawin

  • isolasi ekologi, perbedaan habitat

  • isolasi perilaku, perbedaan perilaku sebelum kawin

  • isolasi mekanik, perbedaan struktur kelamin

  • isolasi geografi, perbedaan tempat (terhalang gunung atau laut)

  • isolasi gamet, perbedaan susunan kimiawi gamet

  • isolasi hibrid, embrio dari dua spesies berbeda pada umumnya gugur

  • isolasi hibrid mandul, hibrid dari dua spesies yang berbeda pada umumnya mandul


Jadi, tidak terjadinya spesiasi yang disebabkan masa kawin atau kematangan gamet berbeda karena adanya isolasi musim (B).


Soal No. 3



Tahun 1926 Muller melakukan eksperimen terhadap lalat buah yang dipengaruhi sinar X. Hasil eksperimen memunculkan variasi fenotip yang tidak pernah dijumpai pada populasi liar, seperti individu tanpa sayap dan bersayap melengkung yang mampu membentuk populasi di laboratorium.

Apakah alasan yang tepat bahwa eksperimen tersebut dapat memengaruhi keberlangsungan evolusi?







A.Fenotip tersebut bersifat steril dan tidak stabil.
B.Terjadi perubahan fenotip akibat desakan lingkungan.
C.Fenotip tersebut hanya muncul jika dipengaruhi sinar X.
D.Fenotip tersebut di alam tidak adaptif sehingga tidak lolos seleksi alam.
E.Fenotip tersebut hanya berubah sesaat, ketika tidak dipengaruhi sinar X akan kembali normal.


UN 2014





Pembahasan


Mari kita ulas pernyataan pada soal di atas!

"Hasil eksperimen memunculkan variasi fenotip yang tidak pernah dijumpai pada populasi liar..."

Pernyataan ini berarti munculnya fenotip baru tersebut akibat desakan lingkungan (pengaruh sinar X). [opsi B benar]

"... mampu membentuk populasi di laboratorium ..."

Pernyataan di atas berarti:

  • fenotip baru tersebut adaptif di laboratorium, sedangkan di alam masih belum diujicobakan pada eksperimen di atas [opsi D salah]

  • karena mampu membentuk populasi, berarti fenotip tersebut berhasil diturunkan, yang juga berarti bahwa fenotip tersebut sudah stabil dan tidak hanya muncul dalam pengaruh sinar X [opsi A, C, dan E salah]


Jadi, alasan bahwa eksperimen tersebut memengaruhi keberlangsungan evolusi adalah opsi (B).


Soal No. 4



Perhatikan peristiwa-peristiwa berikut:

  1. keanekaragaman dalam suatu kelompok organisme

  2. perkawinan acak antara individu dalam populasi

  3. jumlah populasi terbatas

  4. mutasi gen yang diturunkan

  5. ruang dan makanan terbatas


Ketidakseimbangan frekuensi gen dan genotip dalam populasi didukung oleh peristiwa ….





A.1 dan 2
B.1 dan 5
C.2 dan 3
D.3 dan 4
E.4 dan 5


UN 2015





Pembahasan


Keseimbangan frekuensi gen dan genotip dalam suatu populasi terjadi dengan syarat:

  • tidak terjadi mutasi,

  • terjadi perkawinan secara acak,

  • tidak terjadi aliran gen baik imigrasi maupun emigrasi,

  • populasi cukup besar,

  • tidak ada seleksi alam.


Jadi, ketidakseimbangan frekuensi gen dan genotip dalam suatu populasi adalah peristiwa 3 dan 4 (D).


Soal No. 5



Pada populasi di kota X diketahui 36% orang tidak dapat merasakan pahitnya kertas PTC. Gen T bertanggung jawab terhadap dapat merasakan pahitnya kertas PTC, sedang gen t tidak dapat merasakan pahitnya kertas PTC.

Berdasarkan data tersebut, frekuensi genotip Tt adalah ….







A.0,48
B.0,40
C.0,24
D.0,16
E.0,04


UN 2019





Pembahasan


Menurut asas Hardy-Weinberg, jika populasi dalam keadaan setimbang maka berlaku:




f(TT)= p2
f(Tt)= 2pq
f(tt)= q2
p + q= 1


Genotip TT dan Tt dapat merasakan pahitnya kertas PTC sedangkan genotip tt tidak dapat.
Diketahui 36% orang tidak dapat merasakan pahitnya kertas PTC.



f(tt)= 36%
q2= 0,36
q= 0,6


Sementara itu,



p + q= 1
p + 0,6= 1
p= 0,4


Dengan demikian, frekuensi genotip Tt adalah:



f(Tt)= 2pq
= 2 × 0,4 × 0,6
= 0,48


Jadi, frekuensi genotip Tt adalah 0,48 (A).

Simak juga:
Teori dan Petunjuk Evolusi [Soal UN dan Pembahasan]

Dapatkan pembahasan soal dalam file pdf  di sini.

Demikian, berbagi pengetahuan bersama Kak Ajaz. Silakan bertanya di kolom komentar apabila ada pembahasan yang kurang jelas. Semoga berkah.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url