Pembahasan Matematika IPA UN 2015 No. 36



Pembahasan soal Matematika IPA Ujian Nasional 2015 nomor 36 sampai dengan nomor 40 tentang:

  • aplikasi integral untuk menentukan luas daerah, 

  • aplikasi integral untuk menentukan volume benda putar, 

  • statistika, 

  • kaidah pencacahan, dan 

  • teori peluang.




Soal No. 36 tentang Aplikasi Integral untuk Menentukan Luas Daerah










Pembahasan


Pembuat nol kurva tersebut terhadap sumbu x adalah 

y = 0 
x3x2 − 6x = 0 
x(x2x − 6) = 0 
x(x − 3)(x + 2) = 0 
x = 0, x = 3, dan x = −2

Berdasarkan pembuat nol, grafik kurva tersebut adalah


Daerah antara kurva sigmoid dan sumbu x


Daerah antara x = −2 sampai x = 0 berada di atas sumbu x sedangkan daerah antara x = 0 sampai x = 3 berada di bawah sumbu x. Dengan demikian, luas daerah yang dimaksud adalah

Integral menentukan luas daerah antara kurva dan sumbu x
     Hasil integral menentukan luas daerah antara kurva dan sumbu x
     = [¼(0−16) − ⅓(0+8) − 3(0−4)] − [¼(81−0) − ⅓(27−0) − 3(9−0)]
     = (−4 − 8/3 + 12) − (81/4 − 9 − 27)
     = 44 − 8/3 − 81/4
     = 44 − 275/12
     = 21 1/12

Jadi, luas daerah antara kurva dan sumbu x tersebut adalah opsi (E).

Perdalam materi ini di Pembahasan Matematika IPA UN: Luas Daerah [Aplikasi Integral].


Soal No. 37 tentang Aplikasi Integral untuk Menentukan Volume Benda Putar





Pembahasan


Pembuat nol kurva tersebut pada sumbu x adalah 

          y = 0
2xx2 = 0
x
(2 − x) = 0 
x = 0 dan x = 2

Pembuat nol tersebut akan menjadi batas integrasi. Selanjutnya, mari kita tentukan volume benda putar tersebut.

Integral untuk menentukan volume benda putar
     Fungsi y dikuadratkan
     Hasil pengintegralan
     Hasil integral setelah batas dimasukkan
     Hasil akhir

Jadi, volume benda putar yang terjadi adalah opsi (C).

Perdalam materi ini di Pembahasan Matematika IPA UN: Volume Benda Putar [Aplikasi Integral].


Soal No. 38 tentang Statistika



Histogram berikut menunjukkan data umur penghuni rumah kontrakan milik Pak Achmad.

Histogram umur penghuni rumah kontrakan Pak Achmad, menentukan modus


Modus data tersebut adalah ....

A.   29,5
B.   32,5
C.   33,5
D.   34,5
E.   35,5









Pembahasan


Perhatikan histogram di bawah ini!

Histogram untuk menentukan modus


Daerah yang paling tinggi dan diarsir berwarna biru adalah kelas modus. Data yang berkaitan dengan kelas modus adalah 

i : lebar kelas 
i = 10 − 0
  = 10 

tb : tepi bawah kelas modus
tb = 30 − 0,5
    = 29,5 

d1 : selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sebelumnya. 
d1 = 12 − 9
     = 3 

d2 : selisih frekuensi kelas modus dengan kelas sesudahnya 
d2 = 12 − 5
     = 7

Nah, sekarang kita tinggal memasukkan data-data tersebut pada rumus modus.

Rumus modus untuk data terdistribusi frekuensi
       Penghitungan modus
       = 32,5

Jadi, modus untuk data yang disajikan dalam histogram tersebut adalah 32,5 (B).

Perdalam materi ini di Pembahasan Matematika IPA UN: Statistika


Soal No. 39 tentang Kaidah Pencacahan



Suatu organisasi motor cross ingin menentukan pengurus sehingga ketua, sekretaris, dan bendahara dari 20 anggota. Banyak susunan pengurus yang mungkin adalah ....

A.   2.280
B.   6.840
C.   12.400
D.   13.400
E.   13.680




Pembahasan


Karena ketua, sekretaris, dan bendahara kedudukannya bertingkat maka soal tersebut harus diselesaikan dengan permutasi.

Permutasi 20 diambil 3
         = 20 . 19 . 18
         = 6.840

Jadi, banyaknya susunan pengurus yang mungkin adalah 6.840 susunan (B).

Perdalam materi ini di Pembahasan Matematika IPA UN: Kaidah Pencacahan, Permuatasi, dan Kombinasi.


Soal No. 40 tentang Teori Peluang



Seorang penjaga gawang profesional mampu menahan tendangan penalti dengan peluang 3/5. Dalam sebuah kesempatan dilakukan 5 kali tendangan. Peluang penjaga gawang mampu menahan 3 kali tendangan penalti tersebut adalah ....

A.   180/625
B.   612/625
C.   216/625
D.   228/625
E.   230/625









Pembahasan


Dalam 5 kali tendangan, penjaga gawang tersebut mampu menahan tendangan sebanyak 3 kali, dapat dinotasikan dengan kombinasi

5 kombinasi 3

3 kali tendangan dapat ditahan dengan peluang 3/5

(3/5)3 = 27/125

2 kali tendangan gagal ditahan dengan peluang 1 − 3/5 = 2/5

(2/5)2 = 4/25

Dengan demikian, peluang penjaga gawang tersebut adalah 

     5C3 . (3/5)3 . (2/5)2
= 10 . 27/125 . 4/25
= 216/625

Jadi, peluang penjaga gawang tersebut mampu menahan 3 kali tendangan penalti adalah 216/625 (C).

Perdalam materi ini di Pembahasan Matematika IPA UN: Teori Peluang.

Simak Pembahasan Soal Matematika IPA UN 2015 selengkapnya.



Simak juga,
Pembahasan Matematika IPA UN 2013
Pembahasan Matematika IPA UN 2014
Pembahasan Matematika IPA UN 2016
Pembahasan Matematika IPA UN 2017
Pembahasan Matematika IPA UN 2018
Pembahasan Matematika IPA UN 2019
Pembahasan Matematika IPA UN 2019 Paket 2

Dapatkan pembahasan soal dalam file pdf  di sini.

Demikian, berbagi pengetahuan bersama Kak Ajaz. Silakan bertanya di kolom komentar apabila ada pembahasan yang kurang jelas. Semoga berkah.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url